announcement.

setelah mendapat saran dari simbok, saya memutuskan untuk menulis di sini. thanks for reading this blog! i hope you all will read my next blog too...

one more thing, if you put my link on your blog, please change it to my new blog's link... thanks!
Showing posts with label rocknroll. Show all posts
Showing posts with label rocknroll. Show all posts

Thursday, August 13, 2009

cannabliss.

salah satu isu yang tidak saya mengerti sampai hari ini adalah masalah ilegalnya ganja di sebagian besar negara. menurut saya, sangatlah ironis jika ganja ilegal sedangkan alkohol legal. dari segi dampak, alkohol jelas lebih berbahaya dari ganja. orang yang sedang dalam pengaruh alkohol cenderung menjadi agresif dan tidak dapat menguasai diri. sedangkan orang yang sedang dalam pengaruh ganja akan merasa stoned and relaxed.

saya mengacungkan jempol untuk pemerintah belanda karena berani melegalkan ganja untuk warga negaranya. biarpun begitu, saya tetap menilai kebijakan pemerintah indonesia untuk mengilegalkan ganja lebih baik daripada pemerintah belanda. namun alasan saya lebih kepada alasan moral, bukan alasan dampak yang selama ini digembar-gemborkan oleh badan narkotika nasional, yang menurut saya berlebihan.

baru-baru ini, saudara-saudara saya yang berdomisili di amsterdam, belanda, berkunjung ke tempat tinggal saya. saya terkejut mengetahui bahwa anak-anak muda disana, baik laki-laki maupun perempuan, sudah terbiasa menghisap ganja dari umur 13 tahun. memang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan anak muda jakarta, namun sebagian besar anak 13 tahun di jakarta yang menghisap ganja adalah laki-laki. perempuan biasanya belum berani karena cenderung sangat hati-hati.

saya lalu melihat adik perempuan saya yang berumur 11 tahun. saya tidak dapat membayangkan bila dua tahun lagi, ia menghisap ganja. saya tidak dapat membayangkan betapa marahnya saya jika itu terjadi. oleh sebab itu, saya menilai kebijakan untuk mengilegalkan ganja lebih baik daripada melegalkannya. namun tidak usah munafik dengan melebih-lebihkan dampak ganja terhadap tubuh manusia. satu-satunya alasan yang masuk akal dalam mengilegalkan ganja adalah menjaga moral bangsa.

Sunday, August 2, 2009

wolfgang amadeus phoenix.

a story about surprise.

saya ingin sekali datang ke beatfest tahun ini. bintang utamanya adalah sebuah band yang sangat saya sukai: phoenix. namun menjelang hari h, keuangan saya sudah mulai menipis. jadi saya memutuskan untuk tidak membeli tiket seharga idr 275.000 itu, walaupun saya ingin sekali.

hari h sekitar jam 8 malam, teman-teman saya sudah berangkat ke bengkel night park, lokasi beatfest. saya berencana menghabiskan malam minggu saya di rumah, minum bir, sambil menonton dvd.

jam 8.30. seseorang yang sangat tidak saya sangka menelepon saya. dia adalah saudara saya yang sedang tidak berhubungan baik dengan saya saat ini. ia menawarkan tiket gratis untuk saya. tanpa pikir panjang, saya langsung menerimanya dan berangkat menuju lokasi.

phoenix sendiri malam itu tampil begitu memukau. mereka membawakan lagu-lagu andalannya seperti too young, long distance call, dan liztomania. walaupun suasana begitu hectic malam itu, namun saya dan semua fans phoenix disana tetap tak berhenti menggoyangkan kepala dan menghentakkan kaki.

namun sesuatu yang lebih penting terjadi malam itu. saya mulai mengobrol kembali dengan saudara saya. kami makan di menteng setelah acara selesai. walaupun belum seakrab dulu, namun setidaknya ini adalah suatu progress yang berarti.

teman saya pernah berkata "think before you speak. it tends to be so cliche that people will forget what's been said."

memang sangatlah klise bahwa seseorang akan melupakan apa yang pernah menyakiti dirinya. namun tidaklah klise bahwa seseorang dapat memaafkan orang yang pernah menyakitinya.

kedewasaan seseorang ditentukan oleh kebesaran hatinya.

Thursday, July 2, 2009

XXIII

1 juli 2009; 11.45 pm.

saya menghapus semua inbox di handphone dan email, karena usia saya akan bertambah setahun, tepat lima belas menit lagi. saya ingin pertambahan usia menjadi sebuah awal yang baru dari suatu fase hidup.

saya belajar dan bereksplorasi cukup banyak sampai saat ini. namun kini saya menginginkan sesuatu yang berbeda. sesuatu yang lebih exciting dan unpredictable; yang bahkan tak pernah terlintas di kepala saya.

untuk mewujudkannya, saya merasa perlu untuk membuang segala sesuatu yang telah usang dalam diri saya.

2 juli 2009

happy birthday! wish you all the best.”

dua kalimat inilah yang paling banyak menghiasi inbox saya hari ini. entah sekedar tuntutan pertemanan atau sebuah perhatian yang tumbuh dengan sendirinya, yang jelas saya bersyukur karena memiliki teman-teman yang ingat hari-hari istimewa dalam hidup saya.

di antara teman-teman saya, ada yang bersama saya dalam kemenangan. ada juga yang bersama saya dalam keterpurukan. ada juga yang mengiringi saya dalam kemenangan dan keterpurukan. saya tidak pernah membeda-bedakan, karena mereka semua berarti untuk saya.

saya memang tidak pernah menuntut banyak dari sebuah pertemanan. hanya sekedar menyirami dan melihatnya tumbuh pun sudah merupakan kebahagiaan tersendiri untuk saya.

rekam jejak

i affirm life as what it is.”

filosofi dasar saya dalam menjalani hidup adalah menerima hidup ini apa adanya dan menikmatinya. walaupun seringkali ada ketidakpuasan, namun saya selalu menepisnya sebelum berkembang menjadi chronic dissatisfaction.

itu pula alasan dibalik keputusan saya mengadopsi bohemian sebagai gaya hidup dan agnostic sebagai landasan spiritual saya. hanya para seniman bohemian, yang sering diklasifikasikan sebagai kaum marjinal-lah yang mengerti bagaimana menerima hidup ini sebagaimana adanya.

dan setelah ribuan peradaban berlalu, manusia masih tidak menyadari bahwa agama adalah alat terbaik untuk memecah belah masyarakat. berapa banyak orang mati demi agama? jika saya tidak dapat mencegahnya, setidaknya saya bukan bagian darinya.

hal-hal mendasar yang sederhana seperti inilah yang membuat kita sulit menikmati hidup secara penuh. dulu saya selalu peduli pada status sosial dan keagamaan, namun kini saya telah menemukan cara yang lebih baik; dan cara itulah yang membuat saya bahagia.

some sing, some dance, some are mothers. we all have our own roles in life.” – benjamin button

sampai saat ini, saya telah melakukan beberapa bidang pekerjaan dan bertemu orang-orang yang berbeda. sekitar delapan tahun lalu, saya menjaga sebuah internet café. yang saya lakukan adalah sesuatu yang sangat mudah: mengatur waiting list, mengantar pengunjung ke komputer, dan meminta operator untuk log in. saya melakukannya sekedar untuk membeli makan karena saat itu, saya adalah siswa smu yang sering pergi dari rumah.

beberapa tahun setelah itu, saya mencoba untuk menjadi penterjemah. berbekal kemampuan bahasa inggris yang sebenarnya tidak istimewa, saya dapat menghasilkan uang yang cukup untuk makan dan biaya keseharian saya setiap bulan. karena saya pandai menjual kata-kata sampai jauh melebihi kompetensi saya sebenarnya, saya sempat beberapa kali mendapat tawaran menterjemahkan buku yang diluar kemampuan saya. saya ingat saat saya mendapat pekerjaan menterjemahkan sebuah buku kriminologi. saya terima dan bernegosiasi harga dengan yakin, namun akhirnya menyerah karena buku tersebut terlalu berat dan banyak term yang tidak saya mengerti.

setelah bosan menjadi penterjemah, saya mencoba sebuah bisnis multi level marketing, yang merupakan salah satu keputusan terburuk saya. saya mengawalinya dengan niat yang tinggi. saya datang ke seminar-seminarnya, baik di dalam maupun luar kota. saya mempresentasikan siapapun yang saya temui. intinya, saya adalah mimpi buruk bagi semua orang yang berada dekat saya saat itu. setelah beberapa bulan berjalan, saya mengevaluasi hasil kerja saya dan melihat bahwa income yang saya dapat jelas tidak sepadan dengan kerja keras saya. akhirnya saya berhenti.

setelah itu, saya mulai aktif bermusik. saya sempat main reguler di beberapa kafe, seperti soho music café dan brewww!, dan bermain di event-event tertentu. saya menjalaninya sambil terus menawarkan demo rekaman ke artist management dan label rekaman manapun di jakarta. saya terus menawarkan demo sekitar dua tahun dan selalu berakhir dengan penolakan. akhirnya terobosan pun datang juga saat saya sign kontrak dengan radical entertainment, sebuah perusahaan manajemen artis. saya juga sign kontrak dengan emi music indonesia dan terlibat dalam sebuah album kompilasi yang mereka rilis “kompilasi band baru” (2008). saya juga mendapat kesempatan menjadi main composer dalam sebuah album kompilasi perusahaan farmasi nasional, soho group (2009). album tersebut dijual hanya di kalangan internal perusahaan. awal tahun 2009 ini, saya juga mendapat kesempatan membantu promosi eplex, sebuah one-stop entertainment access, di paris van java bandung. mereka membuatkan saya sebuah video clip lagu saya untuk ditayangkan di paris van java sebagai bagian dari promosi mereka.

sepanjang pengalaman saya berganti-ganti pekerjaan, saya telah banyak bertemu dengan orang-orang istimewa, seperti mereka yang konservatif, mereka yang liberal, mereka yang unorthodox, mereka yang relijius,dll. diantara mereka semua, saya merasa cocok dengan mereka yang unorthodox. namun bukan berarti saya tidak cocok dengan yang lainnya. saya dan mereka; kita semua memiliki jalan yang berbeda. we complete each other.

dalam hidup ini, tidak ada yang lebih baik dari hidup itu sendiri…

only unfulfilled love can be romantic.”

hanya satu pelajaran yang saya petik dari love life saya sejauh ini: hubungan percintaan tidak akan bertahan jika hati tidak sejalan.

saya pernah memaksakan diri untuk mencabut hati saya dari seorang wanita dan menancapkannya di hati wanita lain. saya berusaha keras untuk membuat hubungan ini berhasil. wanita lain ini pun tidak tahu bahwa salah satu tujuan hubungan saya dengannya adalah untuk memindahkan hati saya dari orang lain kepadanya. saya melakukan semuanya dengan benar. saya memperlakukan dia layaknya seseorang yang sangat saya cintai.

saya memaksakan semuanya berjalan baik. namun setiap kali saya selesai menjalani hari, saya tahu saya tidak bahagia. saya memaksakan diri untuk bahagia namun tetap tidak bahagia. akhirnya saya mengakhiri hubungan tersebut.

saya mulai membenahi diri untuk mencari tahu apa yang sebenarnya saya butuhkan. akhirnya saya mengambil sebuah kesimpulan; sebuah kesimpulan yang sangat salah. saya memutuskan untuk langsung mengikuti hati saya dan mendekati kembali perempuan yang saya inginkan ini, disaat ia memiliki seseorang disampingnya.

karena ia berdomisili di luar indonesia, saya memulai komunikasi lewat email dan facebook. saya melakukan apa yang menurut saya harus dilakukan. perlahan-lahan, ia justru menganggap saya tidak tahu diri karena mendekatinya disaat ia punya kekasih. akhirnya, ia memutuskan untuk tidak mau berhubungan dengan saya lagi. saya pun dihapus dari facebook-nya.

saya hanya bisa menertawakan diri sendiri atas kebodohan-kebodohan saya. namun saya tidak melakukannya karena sinis terhadap keadaan. saya melakukannya justru karena kejadian-kejadian ini telah mendewasakan saya. pada akhirnya saya belajar sesuatu.

saya membenahi diri kembali, namun dengan sikap dan kedewasaan yang berbeda. saya kembali kepada filosofi dasar saya, yaitu “i affirm life as what it is”. saya menerima semua yang terjadi, saya belajar darinya, dan saya menikmatinya. saya percaya bahwa seseorang yang tidak dapat menikmati sebuah proses, tidak akan dapat menikmati hasil dari proses tersebut.

kini pertanyaannya adalah “akankah saya mendekati wanita ini lagi atau tidak?”. sejujurnya saya tidak tahu. saya hanya akan membiarkan kehidupan memanifestasikan dirinya lebih lagi kepada saya. selama ini saya sudah memaksa kehidupan melakukan hal-hal tertentu untuk saya dan semuanya berakhir dengan ketidakbahagiaan dan ketidakpuasan. saya harus berhenti sebelum mengalami chronic dissatisfaction.

satu pelajaran penting yang saya dapat: saya tidak dapat memaksa kehidupan untuk kebahagiaan diri, saya harus berjalan sinergis dengan kehidupan untuk kebahagiaan diri.

i’m just too weird to live, too rare to die.” – raoul duke

hari ini tepat dua puluh tiga tahun saya hidup. masih banyak yang saya tidak tahu tentang diri saya, dunia, dan kehidupan secara menyeluruh. mungkin saya akan menghabiskan seluruh hidup saya hanya untuk mendefinisikan ketiga hal itu. semua hal yang terlintas di kepala, semua hal yang telah saya lakukan, semua rencana masa depan yang saya buat; semuanya bertolak dari hasrat saya mendefinisikan ketiga hal itu.

banyak orang tidak mengerti isi kepala saya, orang tua saya tidak mengerti, bahkan saya pun sering tidak mengerti. oleh sebab itu, saya harus mencari tahu.

saat ini, saya memiliki tiga pilihan dalam rencana jangka pendek hidup saya: membuka sebuah kafe, back to basic menjadi penyanyi kafe, dan melamar kerja di kapal pesiar. saya sedang mempertimbangkan yang mana yang akan saya pilih. saya cenderung untuk bekerja di kapal pesiar karena saya ingin melihat belahan dunia yang belum saya lihat. saya yakin, dengan melihat tempat-tempat yang belum saya lihat, bertemu dengan orang-orang dengan latar belakang budaya yang berbeda, horizon saya akan terbuka lebih lagi dan saya akan mampu memaknai hidup jauh lebih dalam dari saat ini. namun saya belum menetapkan pilihan…

wish me luck…

*short autobiography of elia bintang

Monday, June 1, 2009

perspektif.

it’s not how he died. it’s how he lived that matters.” – captain algren

menjadi seniman, agnostic, dan bohemian selalu menjadi pilihan hidup saya sejak lama. hanya dengan cara itulah spiritualitas seseorang dapat tergali. materi, yang menjadi impian banyak orang, justru seringkali menjauhkan orang tersebut dari penciptanya. saya bukan anti-materi, anti-kemapanan, atau anti-establishment. saya hanya ingin hidup secara pure dan tidak bersembunyi dibalik topeng-topeng tertentu.

namun sekalipun saya berkecukupan secara materi, saya tetap akan menjaga kesederhanaan saya. tinggal di apartemen sederhana, tidur di atas kasur yang beralaskan papan, minum secangkir kopi hitam setiap hari, dan hidup layaknya seniman.

ya, hidup layaknya seniman…

Thursday, May 28, 2009

diagnosa.

"kepercayaan diri, kecemasan, gangguan kepribadian"

keadaan psikologis saya menurut dosen fakultas psikologi universitas paramadina, berdasarkan tes yang telah saya kerjakan.

Monday, May 18, 2009

in the ghetto.

setelah seminggu penuh tidak pulang ke rumah, akhirnya saya dapat kembali tidur di kamar saya sampai siang bolong. saya sedang melakukan rekaman salah satu lagu saya “manusia tak realistis”, yang rencananya akan diluncurkan tahun ini dengan format single.

memang belakangan ini banyak sekali musisi yang memilih untuk meluncurkan single, bukan album. sebut saja derby romero dan vidi aldiano. label-label rekaman juga banyak yang tidak berani meluncurkan album artis baru, dengan alasan kerugian besar jika albumnya tidak laku. memang maraknya pembajakan berdampak langsung kepada industri.

akhirnya setelah berunding dengan manajemen, mereka memutuskan untuk membuatkan single untuk alaska (duo gitaris dimana saya bergabung). proses pengerjaannya sendiri memakan waktu seminggu di ghetto class studio, dengan teman saya, raditya jehan fahreza, sebagai arranger.

lagu “manusia tak realistis” sendiri adalah lagu pop kreatif yang bertempo upbeat. saya berharap lagu ini dapat dipromosikan dengan baik sehingga dikenal luas oleh masyarakat, karena saya yakin lagu ini dapat memberikan nuansa baru pada musik indonesia.

setelah selesai rekaman, saya langsung menuju rumah seorang desainer logo, john pakpahan, untuk mengambil desain logo alaska yang baru. saya memutuskan untuk mengganti logo alaska yang terpampang di album “kompilasi band baru” (emi music indonesia, 2008) karena tidak suka logo tersebut dan tidak memiliki filosofi yang jelas.

inilah logo alaska yang didesain oleh john. saya sangat menyukai logo ini karena cocok dengan filosofi alaska yang identik dengan alam, natural, dan simple. gambar daun yang menjadi background pun mempertegas image alaska. saat ini, saya tinggal datang ke manajemen dan meminta approval mereka.

you can’t fail if you never give up” – sepenggal kalimat yang selalu ada di kepala saya

Tuesday, May 12, 2009

antara anyer dan jakarta.


cerita tentang sebuah rencana yang gagal dari seorang perencana.

beberapa bulan yang lalu, saya dan teman-teman berangkat ke anyer. liburan saat itu sudah benar-benar direncanakan oleh teman saya, seorang planner sejati… ia sudah benar-benar mempersiapkan cottage tempat kami menginap sampai aktifitas apa saja yang akan dilakukan. saya dan beberapa teman lainnya yang tidak mau repot hanya mengikuti saja semua rencana yang telah dibuat…

setibanya disana, kami bersantai sejenak di cottage kami di mambruk lalu berjalan-jalan di pantai pada sore hari. sesuai rencana, kami belum akan melakukan banyak aktifitas hari itu. aktifitas baru akan padat pada hari kedua dan ketiga. setelah pulang berjalan-jalan, kami main playstation sampai malam.

malam harinya, ibu dari teman saya yang planner menelepon. ternyata neneknya meninggal dan ia harus pulang keesokan harinya. berhubung dia yang punya cottage, kami semua harus ikut pulang…

saya dan beberapa teman berpikir agar keberangkatan kami tidak sia-sia. akhirnya setelah main playstation sampai jam 3 pagi, kami berenang, main gitar, dan minum bir sampai pagi.

pagi harinya, kami pulang dalam keadaan sangat mengantuk dan lelah. celakanya, saya benar-benar sakit perut saat itu karena masuk angin akibat tidak makan semalaman. alhasil, saya menahan pup sepanjang perjalanan antara anyer dan jakarta… percayalah, saya belum pernah menahan pup selama itu…

memang dalam hidup, sebenarnya kita tidak perlu merencanakan segala sesuatu sampai terlalu terperinci kan? hanya poin-poin pentingnya saja sudah cukup… shit happens, man…

don’t plan your life in detail. let life manifest itself.” – chris martin

p.s: ada teman saya juga yang kelaparan saat itu dan akhirnya makan mie rebus pakai roti karena tidak ada nasi…